Soal Rencana Gelar

Soal Rencana Gelar European Super League, Presiden La Liga Buka Suara

Soal Rencana Gelar

Soal Rencana Gelar La Liga, Javier Tebas, buka suara soal adanya rencana menggelar European Super League atau Liga Super Eropa. Menurutnya, ajang European Super League tidak mungkin bisa terjadi secara hukum.

Proyek itu di anggap hanya menguntungkan sebagian pihak saja. Selain itu, European Super League di nilai seolah-olah membuat sepakbola Eropa jauh lebih elite ketimbang jadi olahraga terbuka.

Tidak hanya itu, proyek kompetisi ini dipandang hanya akan memperkaya klub yang sudah kaya saja. Pasalnya, sejumlah keputusan di pusatkan di tangan beberapa tim.

“Ini tidak berkelanjutan secara ekonomi. Sepakbola gratis tidak mungkin terjadi, itu akan menjadi kegagalan ekonomi. Anda tidak bisa membodohi orang dengan mengatakan bahwa sepakbola itu gratis,” ungkap Tebas, di petik dari Football Espana, Sabtu (23/12/2023).

“Saya bertaruh 100 kali makan malam bahwa kita tidak akan melihat European Super League dalam jangka pendek atau menengah. Tidak akan ada European Super League dalam jangka pendek, menengah, atau panjang. Secara hukum, hal itu tidak mungkin terjadi,” lanjutnya.

Soal Rencana Gelar

Sekadar informasi, wacana European Super League sudah ada sejak 2021. European Super League mulanya di ikuti oleh 16 tim dengan 11 tim di antaranya merupakan prakarsa dari liga tersebut.

Mereka akan meninggalkan liga domestik asal negara masing-masing. Tidak hanya itu, mereka juga melepas seluruh kompetisi di bawah payung UEFA dan FIFA.

Namun kini, format tersebut berubah. Sebanyak 64 tim di rencanakan masuk proyek tersebut yang di bagi dalam tiga kasta.