Persikabo 1973 Terseret Rumah Judi Bola, Ketum PSSI Ancam Kurangi Poin

Persikabo 1973 Terseret Rumah Judi Bola, Ketum PSSI Ancam Kurangi Poin

Persikabo 1973 Terseret Rumah Judi Bola

Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengancam akan memberikan hukuman tegas kepada klub-klub Indonesia yang terlibat masalah hukum.

Erick Thohir pun menyarankan agar tim yang bersangkutan di berikan pengurangan poin.

Terbaru, Persikabo 1973 terlibat kasus rumah taruhan bola, SBOTOP.

Di ketahui, SBOTOP pernah tampil di bagian depan jersey Persikabo tahun 1973 sebagai sponsor.

Kini logo SBOTOP tidak lagi menempel pada kostum Persikabo tahun 1973 dan di gantikan dengan Artha Graha Peduli.

Soal status wasit, pemain, pemilik klub, dan tentunya individu sesuai aturan PSSI, sesuai kesepakatan dan keputusan larangan bermain sepak bola seumur hidup, kata Erick Thohir dalam agenda tersebut.
bertajuk Penandatanganan Nota Kesepahaman PSSI dengan Polri dan Konferensi Pers Satgas Anti Mafia Sepak Bola Polri di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (13/12/2023).

“Untuk klub sendiri, mekanismenya ada di Komdis dan Exco, dengan saya usulkan pengurangan poin dan undang-undang lainnya,” lanjut Erick Thohir.

Menurut Erick Thohir, setiap pertandingan harus di laksanakan dengan bersih.

Persikabo 1973 Terseret Rumah Judi Bola

Agar klub-klub tetap menjaga kebersihan pertandingan sepak bola di Liga Indonesia, kata Menteri BUMN.

“Jadi dalam konteks ini kami transparan dan tegas.”

Dan setelah kejadian itu Kita punya komitmen yang sama, sepak bola harus lebih baik sesuai kesepakatan antara Presiden Jokowi dan Presiden FIFA (Gianni Infantino),” kata Erick Thohir.

Dalam kasus SBOTOP, polisi menangkap empat tersangka
berinisial TRR, L, DR, dan S.

“dan kami juga jelaskan dan laporkan bahwa SBOTOP merupakan situs judi online berskala internasional yang menyediakan berbagai permainan judi termasuk sepak bola dengan 43 ribu anggota yang tersebar di sejumlah negara,” kata Kasatgas Anti Mafia Sepak Bola Polri, Asep Edi. , di lokasi yang sama.

Asep Edi mengatakan omzet rumah judi yang berbasis di Filipina mencapai Rp 481 miliar.

Kemudian dari hasil pemeriksaan, situs SBOTOP diduga mensponsori salah satu klub sepak bola di Indonesia dan sedang kami selidiki, lanjut Asep Edi.

Selain itu, Polri masih mencari tiga tersangka lainnya dalam kasus rumah taruhan sepak bola ini.

Dua di antaranya berstatus WNA asal China.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Listyo Sigit tak segan-segan memberantas rumah-rumah judi bola dan pengaturan pertandingan