Barcelona Terpaut 10 Poin dari Real Madrid, Xavi Belum Mau Lempar Handuk

Barcelona Terpaut 10 Poin dari Real Madrid, Xavi Belum Mau Lempar Handuk

Barcelona Terpaut 10 Poin dari Real Madrid, Namun, Barcelona hanya bisa memetik satu poin karena ditahan imbang Granada 3-3.

El Barca sejatinya memimpin lebih dulu lewat gol Lamine Yamal pada menit ke-14.

Namun, tim tamu berhasil menyamakan kedudukan melalui Ricard Sanchez pada menit ke-43.

Alih-alih membalas, Barcelona justru kembali kebobolan di babak kedua, tepatnya pada menit ke-60, lewat Facundo Pellistri.

Barcelona kemudian bereaksi cepat dengan menyetarakan skor tiga menit berselang melalui Robert Lewandowski.

Namun, Granada lagi-lagi kembali unggul pada menit ke-66

Adalah Ignasi Miquel yang menjadi aktor dari gol tersebut.

Lamine Yamal kemudian muncul sebagai penyelamat dengan mencetak gol keduanya pada menit ke-80 untuk membuat skor menjadi sama kuat 3-3.

Di sisa waktu, Barcelona terus mencoba mencari gol kemenangan.

Namun, upaya itu gagal membuahkan hasil.

Barcelona Terpaut 10 Poin dari Real Madrid, Usai laga, Xavi Hernandez mengaku kecewa karena timnya kembali mengulangi kesalahan yang sama di musim ini.

Barcelona Terpaut 10 Poin dari Real Madrid, Xavi Belum Mau Lempar Handuk

Juru taktik asal Spanyol itu kemudian berbicara soal selisih poin yang semakin jauh dari Real Madrid.

Xavi menegaskan bahwa timnya masih belum menyerah untuk mengejar Real Madrid demi ambisi mereka mempertahankan gelar Liga Spanyol.

“Kami memiliki momen-momen kami sendiri, terutama ketika kami bisa mencetak gol 2-0,” kata Xavi seperti dikutip BolaSport.com dari Goal Internasional.

“Itu akan mengubah segalanya.”

“Akan tetapi, kami malah membuat terlalu banyak kesalahan, kami tidak bisa melakukan itu.”

“Ini juga yang membunuh kami musim ini.”

“Memenangkan La Liga hari ini sulit, namun sekarang lebih sulit lagi.”

“Bukan tidak mungkin.”

“Kami hanya membuat terlalu banyak kesalahan.”

“Hal yang sama terjadi saat melawan Villarreal, kesalahan kami terjadi ketika pertandingan ada di tangan kami.”

“Mustahil bersaing jika Anda memberikan begitu banyak hal di lapangan.”

“Mustahil menjadi kompetitif ketika Anda kebobolan tiga gol, terlebih di kandang.”

“Kesalahan kami datang dari situasi yang telah kami kerjakan sepanjang minggu,” tutur dia menambahkan.