Rekap BWF World Tour Finals 2023 - Anti-klimaks Perjuangan Wakil Indonesia dan Keajaiban Ganda Korea Menang dengan Kaki Kram

Rekap BWF World Tour Finals 2023 – Anti-klimaks Perjuangan Wakil Indonesia dan Keajaiban Ganda Korea Menang dengan Kaki Kram

Anti klimaks Perjuangan

Indonesia harus rela pulang dengan tangan hampa setelah tidak ada satu pun wakil yang berhasil lolos ke final BWF World Tour Finals 2023.

Dua amunisi yang tersisa harus menyerah dalam semifinal BWF World Tour Finals 2023 yang di helat di Hangzhou Olympic Sports Centre Gymnasium, Hangzhou, China, Sabtu (16/12/2023).

Ganda putra andalan, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, takluk di tangan pasangan nomor satu, Liang Wei Keng/Wang Chang (China).

Bertandang ke markas lawan, Fajar/Rian sempat menghadirkan asa ketika beberapa kali begitu dekat dengan kemenangan

Pada gim pertama, Fajar/Rian mampu membalikkan keadaan dari 16-18 menjadi 19-18 walau akhirnya kecolongan dalam adu setting.

Setelah melanjutkan momentum untuk mendominasi gim kedua, juara All England menunjukkan semangat pantang menyerah dengan bangkit dari ketertinggalan 3-11 menjadi 11-12.

Sayangnya, menghentikan Liang/Wang di kandang bukan pekerjaan yang mudah.

Kampiun China Open 2023 dan China Masters 2023 menggagalkan upaya comeback Fajar/Rian dengan mengunci kemenangan duluan.

“Kami cukup puas dengan performa kami hari ini dan di sepanjang minggu. Tadi juga sudah mengeluarkan yang maksimal,” ucap Fajar dalam siaran pers dari PBSI

Semoga di tahun 2024 kami bisa mencapai peak performance saat Olimpiade Paris nanti. Di jauhi dari cedera dan keberuntungan serta hasil memihak pada kami.”

Anti-klimaks Perjuangan Wakil

Hasil serupa juga harus di telan oleh tunggal putra, Jonatan Christie, yang juga menghadapi jawara Negeri Tirai Bambu yaitu Shi Yu Qi.

Shi Yu Qi tak membiarkan Jonatan mempermalukannya di kandang seperti ketika di kalahkan Anthony Sinisuka Ginting di babak penyisihan grup.

Akan tetapi, Shi Yu Qi bak selalu dapat mengeluarkan pukulan-pukulan yang tak di duga Jonatan saat momen krusial.

Salah satunya adalah poin kemenangan saat sergapan Jonatan dari depan net di balas begitu saja oleh Shi Yu Qi dengan backhand yang di lakukan dengan posisi membelakangi.

Kekalahan ini pun menegaskan hasil anti-klimaks dari perjuangan wakil-wakil Indonesia pada BWF World Tour Finals 2023.

Fajar/Rian dan Jonatan misalnya, mereka tampil perkasa dengan selalu menang straight game di dua laga pertama kendati menghadapi lawan-lawan yang tidak mudah.

Akan tetapi, dalam dua laga terakhir keduanya bak kehilangan sentuhan terakhir untuk meraih kemenangan

Tak hanya Jonatan dan Fajar/Rian, tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting dan ganda putri Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti juga demikian.

Anthony, runner-up World Tour Finals dua kali, hampir lolos dari fase grup saat menyapu bersih dua laga pertama dan merebut gim pertama saat melawan Viktor Axelsen (Denmark).

Sementara Apriyani/Fadia menunjukkan penampilan heroik saat mengalahkan mantan ganda putri nomor satu, Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara (Jepang), pada laga pertama.

Apes, kemenangan itu tak masuk hitungan karena Matsumoto/Nagahara mundur dari turnamen karena cedera di partai kedua.

Apriyani pun demikian. Pergerakannya masih terbatas dengan cedera yang di alaminya di final Hylo Open 2023 sehingga tumbang di dua laga terakhir yang menentukan

Anti klimaks Perjuangan